Tampilkan postingan dengan label Pencatatan Dan Penggolongan Pajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencatatan Dan Penggolongan Pajak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juni 2012

Pencatatan Piutang PPh Pasal 21



Apabila Wajib Pajak mendapatkan pembayaran gaji dan sejenisnya dari pemberi kerja, dan atas penghasilan tersebut dipotong PPh Pasal 21, maka bagi Wajib Pajak yang berstatus sebagai karyawan, potongan PPh Pasal 21 akan diakui sebagai piutang PPh Pasal 21.
Dengan demikian oleh karyawan, atas pembayaran gaji itu akan dilakukan jurnal seperti berikut :
Kas/Bank                                             XXX
Piutang PPh Pasal 21                       XXX
                Penghasilan Gaji                                               XXX

Contoh :
Guntur mendapatkan penghasilan berupa jasa penjualan dari PT Dayatindo sebesar Rp.10.000.000,00 dan oleh PT Dayatindo penghasilan Guntur tersebut dipotong PPh Pasal 21 sebesar 5% atau sebesar Rp.500.000,00. Guntur juga sebagai pengusaha yang memotong PPh Pasal 21 atas karyawannya sebesar Rp.400.000,00 atas penghasilan karyawan sebesar Rp.9.508.000,00. Atas transaksi tersebut, Guntur akan melakukan jurnal seperti berikut :
Kas/Bank                                                             Rp.9.500.000,00
Piutang PPh Pasal 21                                       Rp.   500.000,00
                Jasa Penjualan                                                                  Rp.10.000.000,00

Biaya Gaji                                                            Rp.9.508.000,00
                Utang PPh Pasal 21                                                          Rp.   400.000,00
                Kas/Bank                                                                             Rp.9.108.000,00

Piutang PPh Pasal 21 merupakan kredit pajak sedangkan utang PPh Pasal 21 harus dilunasi paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Utang PPh Pasal 21 tidak dapat diperhitungkan langsung terhadap piutang PPh Pasal 21.

Jumat, 01 Juni 2012

Pencatatan Utang PPh Pasal 4 Ayat (2)



Wajib Pajak yang membayar kepada Wajib Pajak lain atas penghasilan yang merupakan obyek pemotongan PPh Pasal 4 (2) diharuskan memotong PPh Pasal 4 Ayat 2 dan memberlakukan potongan PPh Pasal 4 (2) sebagai utang PPh Pasal 4 ayat 2
Jurnal dari pengakuan utang PPh Pasal 4(2) antara lain seperti jasa konsruksi berikut ini :
Pembangunan konstruksi                            XXX
                Kas/Bank                                                             XXX
                Utang PPh Pasal 4(2)                                      XXX

Bagi Wajib Pajak perbankan yang membayar bunga tabungan, deposito, maupun SBI, atau Wajib Pajak yang membayar bunga obligasi melalui bursa efek, diharuskan memotong PPh Pasal 4(2) dan memperlakukan potongan PPh Pasal 4(2) sebagai utang dan memperlakukan pembayaran bunganya sebagai biaya yang lebih lanjut akan dilakukan jurnal seperti berikut :
Biaya Bunga                                                        XXX
                Kas/Bank                                                             XXX
                Utang PPh Pasal 4(2)                                      XXX

Bagi rekanan nasabah dan pemodal, potongan PPh Pasal 4(2) diperlakukan sebagai piutang PPh Pasal 4(2) sekaligus sebagai pelunasan PPh terutang atas penghasilan yang diperoleh dari kegiatan diatas.